KONSEP MEMORI

Dalam ilmu psikolog memori sebagai proses di mana kita mengodekan, menyimpan, dan menarik kembali informasi.Secara umum memeori adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan indormasi. Memori merupakan kemampuan untuk menerima  dan memasukkan, menyimpan dan menimbulkan apa yang pernah kita alami. Ada 3 teori sistem pendekatan memori yang menjelaskan proses dan kerangka berpikir manusia, yaitu Memori Sensori, Memori Jangka Pendek, dan Memori Jangka Panjang.Perkembangan 3 teori ini sangat berpengaruh dalam perkembangan pemahaman tentang memori.
a. Memori sensori
Memori sensori adalah ingatan yang merujuk pada penyimpan informasi yang bersifat sangat sebentar sehingga hanya bertahan sangat singkat seperti kilatan dan gesekan.
b. Memori jangka pendek
Memori jangka pendek adalah memori yang disimpan di mana informasi untuk pertama kalinya memiliki arti, meskipun panjang maksimum dari penyimpan relatif rendah(Hamilton & Martin,2007).Memori jangka pendek tidak memiliki kapabilitas reprensentasional yang lengkap, tidak seperti memori sensori yang menyimpan representasi secara menyeluruh dan mendetail.
Jumlah spesifik dari memori yang diterima dalam memori jangka pendek diidentifikasikan sebanyak 7 bongkahan.Bongkahan adalah sekelompok stimulus berupa unit yang dapat disimpan dalam memori jangka pendek.George Miller(1956),Sebuah bongkahan dapat berupa huruf atau angka tunggal yang membuat kita dapat mengingat 7 digit nomor telpon (seperti  021-7777) dalam memori jangka pendek.
c. Memori Kerja
Memori kerja adalah seperangkat penyimpanan memori yang aktif dan bersifat sementara secara aktif memanipulasi dan mengulang informasi. 
Memori jangka pendek juga disebut dengan memori kerja.  Memori kerja dipandang memiliki proses eksekutif pusat yang terlibat dalam logika dan pembuatan keputusan. Eksekutif pusat ini mengoordinasi tiga sistem penyimpanan dan pengulangan yang berbeda: penyimpunan visual, penyimpunan verbal, dan episodik buffer. Penyimpanan visual berspesialisasi dalam informasi visual dan spasial, sementara penyimpanan verbal menyimpan dan memanipuasi materi terkait dengan ucapan, kata-kata, dan angka. Episodik buffer menyimpan informasi yang menunjukkan episode-episode kejadia (Baddeley, 2001; Broder & Schiffer, 2006; Rudner & Ronnberg, 2008; lihat Figur 4).
d. Memori Jangka Panjang
Materi yang berhasil melewati memori jangka pendek dan beralih ke penyimpanan tak terbatas.Penyimpanan dalam memori jangka panjang seperti disimpan didalam Hard drive dan diberikan pengkodean di dalamnya, Sehingga informasi yang disimpan dapat ditarik kembali jika diperlukan. 
Adanya memori jangka panjang, sebagai memori yang berbeda dengan memori jangka pendek, datang dari sejumlah sumber. Misalnya, orang dengan kerusakan otak tertentu tidak dapat mengingat informasi baru yang diterima setelah kerusakan terjadi, meskipun orang dan kejadian yang telah tersimpan di dalam memori sebelum kerusakan tetap dapat diingat (Milner, 1966)
Memori jangka panjang memiliki beberapa komponen atau bagian memori. Setiap bagian yang mewakili sistem memori yang terpisah dalam otak, perbedaan utama dalam memori jangka panjang adalah perbedaan memori deklaratif dan memori prosedural. Memori deklaratif adalah memori tentang informasi faktual, seperti: “Intan dan ahmad mengendarai motor bermerk zuzuki”. Memori prosedural adalah memori tentang kebiasaan sehari-hari, seperti “Asmi makan dengan tangan kanan”. 
Memori deklaratif dapat di pecah menjadi dua, yaitu memori simantik dan memori episodik. Memori simantik merupakan memori yang berguna untuk pengetahuan umum dan fakta tentang dunia, serta memori simantik berguna untuk aturan logika yang digunakan untuk menejalaskan tentang fakta lain. Sebaliknya memori episodik menerangkan tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada waktu, tempat, atau konteks tertentu. Memori ini tentang ingatan-ingatan saat pernah mengalami pertama kali. Seperti, pertama kali saat bermain sepatu roda, pertama kali masuk kuliah, dan pertama kali saat jatuh cinta, hal itu semua disimpan kedalam memori episodik. Memori episodik sangat mendetail dalam merespon untuk mengidentifikasikan apa yang kita lakukan pada saat-saat tertentu dalam jangka waktu lampau. 
Jaringan semantik dalam memori terdiri atas hubungan-hubungan antara bagian informasi, seperti yang terkait dalam konsep mobil pemadam kebakaran. Dari garis-garis yang ada menunjukkan koneksi yang mengindikasikan bagaimana informasi dikelola didalam memori. Semakin dekat dua konsep terkait, semakin besar kekuatan asosiasinya. (sumber: collins dan loftus, 1975). 

e. Kegagalan Dalam Memingat
Kegagalan dalam mengingat terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hal itu dikarenakan interval merupakan titik bijak dari teori-teori kegagalan dalam mengingat.
1. Decay Theory (Atropi), teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (memory trace) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang. 
2. Teori interferensi, teori ini menitikberatkan pada isi interval. Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informasi yang baru di terima mengganggu proses mengingat yang lama, tetapi juga terjadi sebaliknya.
3. Teori retrieval falur, teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali.
4. Teori motivated forgetting, menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal menyakitkan atau tidak menyenangkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan bahwa informasi yang telah dapat disimpan selalu ada. 
5. Lupa karena sebab-sebab fisiologis, gangguang pada engram akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan amnesia retrodgrad. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia retrodgrad.
f. Gangguan Dalam Mengingat
1. Amnesia
Amnesia adalah peristiwa dimana kita tidak dapat memproduksi tanggapan-tanggapan karena ingatan lemah dan tidak sehat dikarenakan geger otak.Bentuk Amnesia ada beberapa macam, sebagai berikut:
a. Paramnesia ialah amnesia tidak jauh dari ingatan, masih ingat beberapa hal-hal yang berada didekat kita.
b. Autograde adalah amnesi yang setelah terjadi suatu kejadian dalam sebuah peristiwa terlupakan.
c. Retrograde adalah amnesi yang setelah dan sebelum suatu kejadian dalam sebuah peristiwa terlupakan.

2. De Javu
De Javu adalah sebuah gangguan ingatan yang seolah-seolah pernah terjadi, Padahal kejadian itu sebenarnya belum pernah terjadi.
3. Jamais Vu
Jamais Vu merupakan kebalikan De Javu, Yaitu dimana suatu kejadian dianggap pernah terjadi padahal sebelumnya tidak pernah terjadi.


4. Depersonalis
Depersonalis merupakan suatu peristiwa dimana orang tersebut tidak mengenali dirinya sendiri

5. Derealis
Derealis ialah sebuah peristiwa dimana orang yang menganggap hal yang dialami tidak nyata.

Share this:

Posting Komentar

Arsip Blog

About Me

 
Copyright © zRo. Designed by OddThemes